Jumat, 04 November 2016
Selasa, 04 Oktober 2016
Selasa, 24 Mei 2016
Membuat Resensi Artikel
Nama : Cakra Tri Iswahyuningrat
Kelas : 3EA10
NPM : 11213841
Nama Blog : http://cakratriiswahyunigrat.blogspot.com
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia 2
Tugas : Membuat resensi artikel
NPM : 11213841
Nama Blog : http://cakratriiswahyunigrat.blogspot.com
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia 2
Tugas : Membuat resensi artikel
1. Data Publikasi
Judul Artikel : Subsidi BBM Ratusan Triliun Jebol Ini Alasan Pemerintah
Penulis : Rista Rama Dhany
Tanggal : 29/11/2012
Tema : Subsidi BBM
Penulis : Rista Rama Dhany
Tanggal : 29/11/2012
Tema : Subsidi BBM
2. Ringkasan
Kuota atau jatah BBM subsidi tahun ini sebesar 44,04 juta
kiloliter (KL) atau sekitar Rp 219 triliun kembali jebol untuk kedua kalinya.
Saat ini pemerintah mengajukan tambahan kuota BBM subsidi sebesar 1,2 juta KL.
Ini alasan pemerintah.
Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral Rudi Rubiandini mengatakan, kembali jebolnya kuota BBM subsidi adalah karena upaya-upaya penghematan konsumsi tidak berjalan sebagai mana mestinya.
"Awalnya dulu pertama kali menghitung kuota BBM subsidi kita desain 45,26 juta KL. tTetapi setelah rapat dengan kementerian, kita hanya meminta 44,04 juta KL (ke DPR)," kata Rudi usai menghadiri acara diskusi BP Migas ke SKSP Migas: Dampak, Tindakan dan Langkah ke Depan, Gedung Binasentra, Bidakara, Jakarta, Kamis (29/11/2012).
Dikatakan Rudi, namun setelah disepakati 44,04 juta KL, di Kementerian Keuangan hanya menyiapkan uang cuma sampai 43,5 juta KL.
"Itu kan yang terjadi. Oleh karena itu ketika situasi seperti ini, oke deh kejar 44,04 juta KL. Coba dikitir (pengurangan suplai jatah di SPBU), masalahnya kalau tidak dikitir tanggal 22 Desember, BBM subsidi bakal habis," ucap Rudi.
Rudi membantah jika pemerintah sejak awal salah dalam perhitungan jumlah kuota BBM subsidi. Karena dari dulu pemerintah memang sudah meminta kuota BBM subsidi 45,26 juta KL.
"Tidak salah, karena kita dulunya memang minta 45,26 juta KL. Sekarang kita coba minta jadi ke 44 juta KL dengan catatan ada program penghematan dan konversi BBM ke BBG tidak terlaksana dengan baik terutama program konversi ke BBG yang gagal," tambah Rudi.
Selain itu, kuota tambah jebol lagi karena adanya pencurian BBM subsidi dan pembelokan pendistribusian BBM subsidi dari depo tidak sampai ke SPBU.
"Ditambah lagi ada pencurian dan pembelokan yang kita tidak bisa prediksi," cetus Rudi.
Seperti diketahui, anggaran subsidi BBM di 2012 meningkat dari Rp 137 triliun menjadi Rp 219 triliun akibat adanya tambahan kuota BBM subsidi dari 40 juta KL menjadi 4,4 juta KL. Tapi ternyata jatah tersebut belum cukup dan pemerintah minta tambahan lagi 1,2 juta KL dengan nilai sekitar Rp 6 triliun.
Dalam APBN-P 2012 disetujui anggaran subsidi energi Rp 225 triliun, dengan rincian subsidi BBM Rp 137 triliun, subsidi listrik Rp 65 triliun, dan cadangan risiko fiskal energi Rp 23 triliun.
Sebelumnya, Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulisto pernah mengatakan, subsidi BBM tidak tepat lagi. Harga seliter BBM subsidi yang lebih murah dari 1 botol air mineral, sudah tidak masuk akal.
Menurut Suryo, subsidi energi (BBM dan listrik) yang mencapai hampir Rp 300 triliun dinilai terlalu besar, dan habis hanya untuk dibakar.
"Bayangkan kalau Rp 300 triliun tersebut dialihkan ke infrastruktur dan pendidikan. Banyak yang merasakan dampaknya, seperti pembangunan infrastruktur efeknya akan menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan geliat ekonomi, dan pengusaha pastinya akan memanfaatkannya juga. Bandingkan dengan subsidi BBM dan listrik saat ini, ya yang menikmati kita-kita ini (pengusaha) dan orang mampu," paparnya.
Laporan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) juga mengatakan, seringkali terjadi penyelundupan BBM subsidi yang jumlahnya lumayan. Terakhir, ada sekitar 1.700 KL BBM subsidi diduga yang diselundupkan di Kalimantan. Bahkan ada juga oknum aparat keamanan yang juga membekingi BBM subsidi untuk diselundupkan ke industri.
Bahkan Menteri ESDM Jero Wacik mengakui, selama ini penyelundupan BBM subsidi makin banyak karena harga BBM subsidi yang terlalu murah yaitu Rp 4.500 per liter dibandingkan BBM non subsidi sekitar Rp 9.700 per liter.
Jero Wacik tak menampik adanya penyelundupan BBM subsidi. Bahkan menurut Jero, aksi penyelundupan BBM subsidi makin banyak walaupun sudah banyak yang tertangkap. Hal ini salah satunya disebabkan oleh makin lebarnya perbedaan harga antara BBM subsidi dengan BBM non subsidi.
"Kita sudah tangkap mereka, tapi yang menyelundup makin banyak lagi, semakin banyak akal-akalan mereka," kata Jero.
Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral Rudi Rubiandini mengatakan, kembali jebolnya kuota BBM subsidi adalah karena upaya-upaya penghematan konsumsi tidak berjalan sebagai mana mestinya.
"Awalnya dulu pertama kali menghitung kuota BBM subsidi kita desain 45,26 juta KL. tTetapi setelah rapat dengan kementerian, kita hanya meminta 44,04 juta KL (ke DPR)," kata Rudi usai menghadiri acara diskusi BP Migas ke SKSP Migas: Dampak, Tindakan dan Langkah ke Depan, Gedung Binasentra, Bidakara, Jakarta, Kamis (29/11/2012).
Dikatakan Rudi, namun setelah disepakati 44,04 juta KL, di Kementerian Keuangan hanya menyiapkan uang cuma sampai 43,5 juta KL.
"Itu kan yang terjadi. Oleh karena itu ketika situasi seperti ini, oke deh kejar 44,04 juta KL. Coba dikitir (pengurangan suplai jatah di SPBU), masalahnya kalau tidak dikitir tanggal 22 Desember, BBM subsidi bakal habis," ucap Rudi.
Rudi membantah jika pemerintah sejak awal salah dalam perhitungan jumlah kuota BBM subsidi. Karena dari dulu pemerintah memang sudah meminta kuota BBM subsidi 45,26 juta KL.
"Tidak salah, karena kita dulunya memang minta 45,26 juta KL. Sekarang kita coba minta jadi ke 44 juta KL dengan catatan ada program penghematan dan konversi BBM ke BBG tidak terlaksana dengan baik terutama program konversi ke BBG yang gagal," tambah Rudi.
Selain itu, kuota tambah jebol lagi karena adanya pencurian BBM subsidi dan pembelokan pendistribusian BBM subsidi dari depo tidak sampai ke SPBU.
"Ditambah lagi ada pencurian dan pembelokan yang kita tidak bisa prediksi," cetus Rudi.
Seperti diketahui, anggaran subsidi BBM di 2012 meningkat dari Rp 137 triliun menjadi Rp 219 triliun akibat adanya tambahan kuota BBM subsidi dari 40 juta KL menjadi 4,4 juta KL. Tapi ternyata jatah tersebut belum cukup dan pemerintah minta tambahan lagi 1,2 juta KL dengan nilai sekitar Rp 6 triliun.
Dalam APBN-P 2012 disetujui anggaran subsidi energi Rp 225 triliun, dengan rincian subsidi BBM Rp 137 triliun, subsidi listrik Rp 65 triliun, dan cadangan risiko fiskal energi Rp 23 triliun.
Sebelumnya, Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulisto pernah mengatakan, subsidi BBM tidak tepat lagi. Harga seliter BBM subsidi yang lebih murah dari 1 botol air mineral, sudah tidak masuk akal.
Menurut Suryo, subsidi energi (BBM dan listrik) yang mencapai hampir Rp 300 triliun dinilai terlalu besar, dan habis hanya untuk dibakar.
"Bayangkan kalau Rp 300 triliun tersebut dialihkan ke infrastruktur dan pendidikan. Banyak yang merasakan dampaknya, seperti pembangunan infrastruktur efeknya akan menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan geliat ekonomi, dan pengusaha pastinya akan memanfaatkannya juga. Bandingkan dengan subsidi BBM dan listrik saat ini, ya yang menikmati kita-kita ini (pengusaha) dan orang mampu," paparnya.
Laporan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) juga mengatakan, seringkali terjadi penyelundupan BBM subsidi yang jumlahnya lumayan. Terakhir, ada sekitar 1.700 KL BBM subsidi diduga yang diselundupkan di Kalimantan. Bahkan ada juga oknum aparat keamanan yang juga membekingi BBM subsidi untuk diselundupkan ke industri.
Bahkan Menteri ESDM Jero Wacik mengakui, selama ini penyelundupan BBM subsidi makin banyak karena harga BBM subsidi yang terlalu murah yaitu Rp 4.500 per liter dibandingkan BBM non subsidi sekitar Rp 9.700 per liter.
Jero Wacik tak menampik adanya penyelundupan BBM subsidi. Bahkan menurut Jero, aksi penyelundupan BBM subsidi makin banyak walaupun sudah banyak yang tertangkap. Hal ini salah satunya disebabkan oleh makin lebarnya perbedaan harga antara BBM subsidi dengan BBM non subsidi.
"Kita sudah tangkap mereka, tapi yang menyelundup makin banyak lagi, semakin banyak akal-akalan mereka," kata Jero.
3. Keunggulan/Kelebihan
Dengan membaca artikel ini
orag menjadi mengetahui kenapa alasan kuota BBM bisa jebol sampai 219 Triliun
dan mengetahui penyebab alasan kuota BBM bisa jebol untuk kedua kalinya.
4. Kelemahan/Kekurangan
kelemahan dari artikel ini
masih terdapay kesalahan diksi dan ejaan bahasa indonesia.
5. Pendapat/Saran
Menurut pendapat saya, sebaiknya
pemerintah cepat mengambil tindakan agar tidak terjadi kerugian yang sangat besar.
Dan pemerintah juga seharusnya mengambil langkah cepat dalam meringkus
oknum-oknum yang terlibat dalam penyelundupan subsidi BBM.
6. Lampiran
Kuota atau jatah BBM subsidi tahun ini sebesar 44,04 juta
kiloliter (KL) atau sekitar Rp 219 triliun kembali jebol untuk kedua kalinya.
Saat ini pemerintah mengajukan tambahan kuota BBM subsidi sebesar 1,2 juta KL.
Ini alasan pemerintah.
Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral Rudi Rubiandini mengatakan, kembali jebolnya kuota BBM subsidi adalah karena upaya-upaya penghematan konsumsi tidak berjalan sebagai mana mestinya.
"Awalnya dulu pertama kali menghitung kuota BBM subsidi kita desain 45,26 juta KL. tTetapi setelah rapat dengan kementerian, kita hanya meminta 44,04 juta KL (ke DPR)," kata Rudi usai menghadiri acara diskusi BP Migas ke SKSP Migas: Dampak, Tindakan dan Langkah ke Depan, Gedung Binasentra, Bidakara, Jakarta, Kamis (29/11/2012).
Dikatakan Rudi, namun setelah disepakati 44,04 juta KL, di Kementerian Keuangan hanya menyiapkan uang cuma sampai 43,5 juta KL.
"Itu kan yang terjadi. Oleh karena itu ketika situasi seperti ini, oke deh kejar 44,04 juta KL. Coba dikitir (pengurangan suplai jatah di SPBU), masalahnya kalau tidak dikitir tanggal 22 Desember, BBM subsidi bakal habis," ucap Rudi.
Rudi membantah jika pemerintah sejak awal salah dalam perhitungan jumlah kuota BBM subsidi. Karena dari dulu pemerintah memang sudah meminta kuota BBM subsidi 45,26 juta KL.
"Tidak salah, karena kita dulunya memang minta 45,26 juta KL. Sekarang kita coba minta jadi ke 44 juta KL dengan catatan ada program penghematan dan konversi BBM ke BBG tidak terlaksana dengan baik terutama program konversi ke BBG yang gagal," tambah Rudi.
Selain itu, kuota tambah jebol lagi karena adanya pencurian BBM subsidi dan pembelokan pendistribusian BBM subsidi dari depo tidak sampai ke SPBU.
"Ditambah lagi ada pencurian dan pembelokan yang kita tidak bisa prediksi," cetus Rudi.
Seperti diketahui, anggaran subsidi BBM di 2012 meningkat dari Rp 137 triliun menjadi Rp 219 triliun akibat adanya tambahan kuota BBM subsidi dari 40 juta KL menjadi 4,4 juta KL. Tapi ternyata jatah tersebut belum cukup dan pemerintah minta tambahan lagi 1,2 juta KL dengan nilai sekitar Rp 6 triliun.
Dalam APBN-P 2012 disetujui anggaran subsidi energi Rp 225 triliun, dengan rincian subsidi BBM Rp 137 triliun, subsidi listrik Rp 65 triliun, dan cadangan risiko fiskal energi Rp 23 triliun.
Sebelumnya, Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulisto pernah mengatakan, subsidi BBM tidak tepat lagi. Harga seliter BBM subsidi yang lebih murah dari 1 botol air mineral, sudah tidak masuk akal.
Menurut Suryo, subsidi energi (BBM dan listrik) yang mencapai hampir Rp 300 triliun dinilai terlalu besar, dan habis hanya untuk dibakar.
"Bayangkan kalau Rp 300 triliun tersebut dialihkan ke infrastruktur dan pendidikan. Banyak yang merasakan dampaknya, seperti pembangunan infrastruktur efeknya akan menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan geliat ekonomi, dan pengusaha pastinya akan memanfaatkannya juga. Bandingkan dengan subsidi BBM dan listrik saat ini, ya yang menikmati kita-kita ini (pengusaha) dan orang mampu," paparnya.
Laporan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) juga mengatakan, seringkali terjadi penyelundupan BBM subsidi yang jumlahnya lumayan. Terakhir, ada sekitar 1.700 KL BBM subsidi diduga yang diselundupkan di Kalimantan. Bahkan ada juga oknum aparat keamanan yang juga membekingi BBM subsidi untuk diselundupkan ke industri.
Bahkan Menteri ESDM Jero Wacik mengakui, selama ini penyelundupan BBM subsidi makin banyak karena harga BBM subsidi yang terlalu murah yaitu Rp 4.500 per liter dibandingkan BBM non subsidi sekitar Rp 9.700 per liter.
Jero Wacik tak menampik adanya penyelundupan BBM subsidi. Bahkan menurut Jero, aksi penyelundupan BBM subsidi makin banyak walaupun sudah banyak yang tertangkap. Hal ini salah satunya disebabkan oleh makin lebarnya perbedaan harga antara BBM subsidi dengan BBM non subsidi.
"Kita sudah tangkap mereka, tapi yang menyelundup makin banyak lagi, semakin banyak akal-akalan mereka," kata Jero.
Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral Rudi Rubiandini mengatakan, kembali jebolnya kuota BBM subsidi adalah karena upaya-upaya penghematan konsumsi tidak berjalan sebagai mana mestinya.
"Awalnya dulu pertama kali menghitung kuota BBM subsidi kita desain 45,26 juta KL. tTetapi setelah rapat dengan kementerian, kita hanya meminta 44,04 juta KL (ke DPR)," kata Rudi usai menghadiri acara diskusi BP Migas ke SKSP Migas: Dampak, Tindakan dan Langkah ke Depan, Gedung Binasentra, Bidakara, Jakarta, Kamis (29/11/2012).
Dikatakan Rudi, namun setelah disepakati 44,04 juta KL, di Kementerian Keuangan hanya menyiapkan uang cuma sampai 43,5 juta KL.
"Itu kan yang terjadi. Oleh karena itu ketika situasi seperti ini, oke deh kejar 44,04 juta KL. Coba dikitir (pengurangan suplai jatah di SPBU), masalahnya kalau tidak dikitir tanggal 22 Desember, BBM subsidi bakal habis," ucap Rudi.
Rudi membantah jika pemerintah sejak awal salah dalam perhitungan jumlah kuota BBM subsidi. Karena dari dulu pemerintah memang sudah meminta kuota BBM subsidi 45,26 juta KL.
"Tidak salah, karena kita dulunya memang minta 45,26 juta KL. Sekarang kita coba minta jadi ke 44 juta KL dengan catatan ada program penghematan dan konversi BBM ke BBG tidak terlaksana dengan baik terutama program konversi ke BBG yang gagal," tambah Rudi.
Selain itu, kuota tambah jebol lagi karena adanya pencurian BBM subsidi dan pembelokan pendistribusian BBM subsidi dari depo tidak sampai ke SPBU.
"Ditambah lagi ada pencurian dan pembelokan yang kita tidak bisa prediksi," cetus Rudi.
Seperti diketahui, anggaran subsidi BBM di 2012 meningkat dari Rp 137 triliun menjadi Rp 219 triliun akibat adanya tambahan kuota BBM subsidi dari 40 juta KL menjadi 4,4 juta KL. Tapi ternyata jatah tersebut belum cukup dan pemerintah minta tambahan lagi 1,2 juta KL dengan nilai sekitar Rp 6 triliun.
Dalam APBN-P 2012 disetujui anggaran subsidi energi Rp 225 triliun, dengan rincian subsidi BBM Rp 137 triliun, subsidi listrik Rp 65 triliun, dan cadangan risiko fiskal energi Rp 23 triliun.
Sebelumnya, Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulisto pernah mengatakan, subsidi BBM tidak tepat lagi. Harga seliter BBM subsidi yang lebih murah dari 1 botol air mineral, sudah tidak masuk akal.
Menurut Suryo, subsidi energi (BBM dan listrik) yang mencapai hampir Rp 300 triliun dinilai terlalu besar, dan habis hanya untuk dibakar.
"Bayangkan kalau Rp 300 triliun tersebut dialihkan ke infrastruktur dan pendidikan. Banyak yang merasakan dampaknya, seperti pembangunan infrastruktur efeknya akan menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan geliat ekonomi, dan pengusaha pastinya akan memanfaatkannya juga. Bandingkan dengan subsidi BBM dan listrik saat ini, ya yang menikmati kita-kita ini (pengusaha) dan orang mampu," paparnya.
Laporan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) juga mengatakan, seringkali terjadi penyelundupan BBM subsidi yang jumlahnya lumayan. Terakhir, ada sekitar 1.700 KL BBM subsidi diduga yang diselundupkan di Kalimantan. Bahkan ada juga oknum aparat keamanan yang juga membekingi BBM subsidi untuk diselundupkan ke industri.
Bahkan Menteri ESDM Jero Wacik mengakui, selama ini penyelundupan BBM subsidi makin banyak karena harga BBM subsidi yang terlalu murah yaitu Rp 4.500 per liter dibandingkan BBM non subsidi sekitar Rp 9.700 per liter.
Jero Wacik tak menampik adanya penyelundupan BBM subsidi. Bahkan menurut Jero, aksi penyelundupan BBM subsidi makin banyak walaupun sudah banyak yang tertangkap. Hal ini salah satunya disebabkan oleh makin lebarnya perbedaan harga antara BBM subsidi dengan BBM non subsidi.
"Kita sudah tangkap mereka, tapi yang menyelundup makin banyak lagi, semakin banyak akal-akalan mereka," kata Jero.
Kamis, 17 Maret 2016
Analisa Kesalahan Diksi dan Ejaan Bahasa Indonesia pada Artikel di Media Massa
Jakarta - Kuota
atau jatah BBM subsidi tahun ini sebesar 44,04 juta kiloliter (KL) atau sekitar
Rp 219 triliun kembali jebol untuk kedua kalinya. Saat ini pemerintah
mengajukan tambahan kuota BBM subsidi sebesar 1,2 juta KL. Ini alasan
pemerintah.
Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral Rudi Rubiandini mengatakan, kembali jebolnya kuota BBM subsidi adalah karena upaya-upaya penghematan konsumsi tidak berjalan sebagai mana mestinya.
"Awalnya dulu pertama kali menghitung kuota BBM subsidi kita desain 45,26 juta KL. tTetapi setelah rapat dengan kementerian, kita hanya meminta 44,04 juta KL (ke DPR)," kata Rudi usai menghadiri acara diskusi BP Migas ke SKSP Migas: Dampak, Tindakan dan Langkah ke Depan, Gedung Binasentra, Bidakara, Jakarta, Kamis (29/11/2012).
Dikatakan Rudi, namun setelah disepakati 44,04 juta KL, di Kementerian Keuangan hanya menyiapkan uang cuma sampai 43,5 juta KL.
"Itu kan yang terjadi. Oleh karena itu ketika situasi seperti ini, oke deh kejar 44,04 juta KL. Coba dikitir (pengurangan suplai jatah di SPBU), masalahnya kalau tidak dikitir tanggal 22 Desember, BBM subsidi bakal habis," ucap Rudi.
Rudi membantah jika pemerintah sejak awal salah dalam perhitungan jumlah kuota BBM subsidi. Karena dari dulu pemerintah memang sudah meminta kuota BBM subsidi 45,26 juta KL.
"Tidak salah, karena kita dulunya memang minta 45,26 juta KL. Sekarang kita coba minta jadi ke 44 juta KL dengan catatan ada program penghematan dan konversi BBM ke BBG tidak terlaksana dengan baik terutama program konversi ke BBG yang gagal," tambah Rudi.
Selain itu, kuota tambah jebol lagi karena adanya pencurian BBM subsidi dan pembelokan pendistribusian BBM subsidi dari depo tidak sampai ke SPBU.
"Ditambah lagi ada pencurian dan pembelokan yang kita tidak bisa prediksi," cetus Rudi.
Seperti diketahui, anggaran subsidi BBM di 2012 meningkat dari Rp 137 triliun menjadi Rp 219 triliun akibat adanya tambahan kuota BBM subsidi dari 40 juta KL menjadi 4,4 juta KL. Tapi ternyata jatah tersebut belum cukup dan pemerintah minta tambahan lagi 1,2 juta KL dengan nilai sekitar Rp 6 triliun.
Dalam APBN-P 2012 disetujui anggaran subsidi energi Rp 225 triliun, dengan rincian subsidi BBM Rp 137 triliun, subsidi listrik Rp 65 triliun, dan cadangan risiko fiskal energi Rp 23 triliun.
Sebelumnya, Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulisto pernah mengatakan, subsidi BBM tidak tepat lagi. Harga seliter BBM subsidi yang lebih murah dari 1 botol air mineral, sudah tidak masuk akal.
Menurut Suryo, subsidi energi (BBM dan listrik) yang mencapai hampir Rp 300 triliun dinilai terlalu besar, dan habis hanya untuk dibakar.
"Bayangkan kalau Rp 300 triliun tersebut dialihkan ke infrastruktur dan pendidikan. Banyak yang merasakan dampaknya, seperti pembangunan infrastruktur efeknya akan menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan geliat ekonomi, dan pengusaha pastinya akan memanfaatkannya juga. Bandingkan dengan subsidi BBM dan listrik saat ini, ya yang menikmati kita-kita ini (pengusaha) dan orang mampu," paparnya.
Laporan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) juga mengatakan, seringkali terjadi penyelundupan BBM subsidi yang jumlahnya lumayan. Terakhir, ada sekitar 1.700 KL BBM subsidi diduga yang diselundupkan di Kalimantan. Bahkan ada juga oknum aparat keamanan yang juga membekingi BBM subsidi untuk diselundupkan ke industri.
Bahkan Menteri ESDM Jero Wacik mengakui, selama ini penyelundupan BBM subsidi makin banyak karena harga BBM subsidi yang terlalu murah yaitu Rp 4.500 per liter dibandingkan BBM non subsidi sekitar Rp 9.700 per liter.
Jero Wacik tak menampik adanya penyelundupan BBM subsidi. Bahkan menurut Jero, aksi penyelundupan BBM subsidi makin banyak walaupun sudah banyak yang tertangkap. Hal ini salah satunya disebabkan oleh makin lebarnya perbedaan harga antara BBM subsidi dengan BBM non subsidi.
"Kita sudah tangkap mereka, tapi yang menyelundup makin banyak lagi, semakin banyak akal-akalan mereka," kata Jero.
Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral Rudi Rubiandini mengatakan, kembali jebolnya kuota BBM subsidi adalah karena upaya-upaya penghematan konsumsi tidak berjalan sebagai mana mestinya.
"Awalnya dulu pertama kali menghitung kuota BBM subsidi kita desain 45,26 juta KL. tTetapi setelah rapat dengan kementerian, kita hanya meminta 44,04 juta KL (ke DPR)," kata Rudi usai menghadiri acara diskusi BP Migas ke SKSP Migas: Dampak, Tindakan dan Langkah ke Depan, Gedung Binasentra, Bidakara, Jakarta, Kamis (29/11/2012).
Dikatakan Rudi, namun setelah disepakati 44,04 juta KL, di Kementerian Keuangan hanya menyiapkan uang cuma sampai 43,5 juta KL.
"Itu kan yang terjadi. Oleh karena itu ketika situasi seperti ini, oke deh kejar 44,04 juta KL. Coba dikitir (pengurangan suplai jatah di SPBU), masalahnya kalau tidak dikitir tanggal 22 Desember, BBM subsidi bakal habis," ucap Rudi.
Rudi membantah jika pemerintah sejak awal salah dalam perhitungan jumlah kuota BBM subsidi. Karena dari dulu pemerintah memang sudah meminta kuota BBM subsidi 45,26 juta KL.
"Tidak salah, karena kita dulunya memang minta 45,26 juta KL. Sekarang kita coba minta jadi ke 44 juta KL dengan catatan ada program penghematan dan konversi BBM ke BBG tidak terlaksana dengan baik terutama program konversi ke BBG yang gagal," tambah Rudi.
Selain itu, kuota tambah jebol lagi karena adanya pencurian BBM subsidi dan pembelokan pendistribusian BBM subsidi dari depo tidak sampai ke SPBU.
"Ditambah lagi ada pencurian dan pembelokan yang kita tidak bisa prediksi," cetus Rudi.
Seperti diketahui, anggaran subsidi BBM di 2012 meningkat dari Rp 137 triliun menjadi Rp 219 triliun akibat adanya tambahan kuota BBM subsidi dari 40 juta KL menjadi 4,4 juta KL. Tapi ternyata jatah tersebut belum cukup dan pemerintah minta tambahan lagi 1,2 juta KL dengan nilai sekitar Rp 6 triliun.
Dalam APBN-P 2012 disetujui anggaran subsidi energi Rp 225 triliun, dengan rincian subsidi BBM Rp 137 triliun, subsidi listrik Rp 65 triliun, dan cadangan risiko fiskal energi Rp 23 triliun.
Sebelumnya, Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulisto pernah mengatakan, subsidi BBM tidak tepat lagi. Harga seliter BBM subsidi yang lebih murah dari 1 botol air mineral, sudah tidak masuk akal.
Menurut Suryo, subsidi energi (BBM dan listrik) yang mencapai hampir Rp 300 triliun dinilai terlalu besar, dan habis hanya untuk dibakar.
"Bayangkan kalau Rp 300 triliun tersebut dialihkan ke infrastruktur dan pendidikan. Banyak yang merasakan dampaknya, seperti pembangunan infrastruktur efeknya akan menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan geliat ekonomi, dan pengusaha pastinya akan memanfaatkannya juga. Bandingkan dengan subsidi BBM dan listrik saat ini, ya yang menikmati kita-kita ini (pengusaha) dan orang mampu," paparnya.
Laporan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) juga mengatakan, seringkali terjadi penyelundupan BBM subsidi yang jumlahnya lumayan. Terakhir, ada sekitar 1.700 KL BBM subsidi diduga yang diselundupkan di Kalimantan. Bahkan ada juga oknum aparat keamanan yang juga membekingi BBM subsidi untuk diselundupkan ke industri.
Bahkan Menteri ESDM Jero Wacik mengakui, selama ini penyelundupan BBM subsidi makin banyak karena harga BBM subsidi yang terlalu murah yaitu Rp 4.500 per liter dibandingkan BBM non subsidi sekitar Rp 9.700 per liter.
Jero Wacik tak menampik adanya penyelundupan BBM subsidi. Bahkan menurut Jero, aksi penyelundupan BBM subsidi makin banyak walaupun sudah banyak yang tertangkap. Hal ini salah satunya disebabkan oleh makin lebarnya perbedaan harga antara BBM subsidi dengan BBM non subsidi.
"Kita sudah tangkap mereka, tapi yang menyelundup makin banyak lagi, semakin banyak akal-akalan mereka," kata Jero.
|
Kesalahan
|
Perbaikan
|
|
Jebol
|
Melampaui batas
|
|
Kembali jebolnya kuota
|
Kembali lebihnya batas kuota
|
|
Awalnya dulu pertama kali
|
Pertama kali (pemborosan kata dihilangkan)
|
|
Gedung Binasentra
|
Di Gedung Binasentra ( penambahan awalan di sebagai kata tunjuk
tempat karena kalimat ini masih rancu)
|
|
Di Kementrian Keuangan
|
Kementrian Keuangan (kata Di dihilangkan karena kata di di
sini merujuk sebagai kata tempat)
|
|
Cuma
|
Hanya
|
|
Itu kan yang terjadi
|
Itu yang terjadi (menghilangkan kata kan)
|
|
Oke deh kejar 44,04 juta KL
|
Akan diusahakan hingga
|
|
Dikitir
|
Dikurangi
|
|
Bakal
|
Akan
|
|
Tidak salah, karena kita dulunya memang minta 45,26 juta KL. Sekarang
kita coba minta jadi 44 juta KL dengan catatan ada.....
|
Tidak salah, karena kita dulu memang meminta 45,26 juta KL. Sekarang kita
coba menjadi 44 juta KL dengan catatan ada....
|
|
Pembelokan
|
Pengalihan (penggunaan kata pembelokan kurang tepat)
|
|
Cetus
|
Ungkap
|
|
Dan pemerintah minta tambah lagi 1,2 juta KL dengan nilai sekitar Rp.
6 triliun
|
Dan pemerintah meminta tambahan 1,2 juta KL dengan nilai sekitar Rp.
6 triliun
|
|
Seliter
|
Satu liter
|
|
Geliat
|
Perkembangan
|
|
Membekingi
|
Membantu
|
|
Lebarnya
|
Besarnya (penggunaan kata lebarnya kurang tepat)
|
|
Tangkap
|
Menangkap
|
Minggu, 17 Januari 2016
Jurnal Perilaku Konsumen
Buletin Peternakan Vol. 35(2): 137-142, Juni 2011
PERILAKU KONSUMEN DALAM PEMBELIAN BAKSO DI MALANG
Budi Hartono*, Umi Wisapti Ningsih, dan Nila Fithria Septiarini
Latar Belakang
Kota Malang juga dikenal sebagai kota Bakso selain kota Apel. Bakso merupakan makanan daging sapi yang dicampur dengan terigu yang dimasak dengan proses tertentu untuk dikonsumsi. Bakso sangat populer dan digemari semua kalangan dengan harga yang bervariasi dan terjangkau oleh konsumen. Tarwotjo et al. (1971) menjelaskan bahwa bakso daging sapi merupakan sumber protein hewani karena daging sapi mengandung protein yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Usaha bakso membutuhkan tenaga kerja mulai dari lokasi penggilingan, sampai daerah produsen dan pemasaran. Bakso dibuat menggunakan daging segar agar dihasilkan bakso yang kenyal dan kompak. Bahan baku bakso umumnya berasal dari daging paha belakang sapi, akan tetapi dapat juga dibuat dari bagian karkas lainnya.
Usaha bakso dapat digolongkan sebagai usaha kecil. Parubak et al. (2004) menjelaskan bahwa usaha kecil mempunyai peranan penting dan strategis dalam mewujudkan pembangunan nasional. Usaha kecil merupakan usaha yang ditekuni oleh sebagian besar masyarakat dan merupakan usaha yang mampu memperluas lapangan kerja dan memberikan pelayanan yang luas kepada masyarakat. Pemerintah terus berupaya membina kelompok usaha kecil agar menjadi usaha yang semakin efisien dan mampu berkembang mandiri dan dapat membuka lapangan kerja baru.
Dua faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan konsumen dalam melakukan pembelian yaitu faktor internal dan faktor eksternal (Asseal, 1992). Faktor eksternal terdiri dari faktor lingkungan dan strategi bauran pemasaran. Faktor lingkungan terdiri dari faktor budaya, referensi dan kelas sosial. Strategi bauran pemasaran terdiri dari produk, harga, promosi, dan distribusi. Faktor internal terdiri dari faktor gagasan dan karakteristik konsumen. Faktor internal dan eksternal dalam interaksinya dapat mempengaruhi perilaku konsumen baik secara individual maupun secara bersama-sama.
Konsumen melakukan pembelian tidak terlepas dari karakteristik produk baik mengenai penampilan, gaya, mutu dan harga dari produk tersebut. Penetapan harga oleh penjual akan berpengaruh terhadap perilaku pembelian konsumen, sebab harga yang dapat dijangkau oleh konsumen akan cenderung membuat konsumen melakukan pembelian terhadap produk tersebut. Karakteristik penjualan bakso akan mempengaruhi keputusan membeli. Konsumen akan menilai mengenai penjual, baik mengenai pelayanan, mudahnya memperoleh produk dan sikap ramah dari penjual (Tedjakusuma et al., 2001).
Penjual bakso harus memahami keinginan konsumen dengan cara mempelajari perilaku konsumen agar konsumen bersedia membeli baksonya. Pemahaman perilaku konsumen yang baik dan tepat diharapkan akan mengembangkan kegiatan pemasarannya. Penjual bakso daging perlu mengenal konsumen, sasaran dan model keputusan yang dilakukan oleh konsumen, sehingga penjual bakso daging mengetahui motif konsumen dalam menilai bakso daging yang sesuai dengan hati nuraninya. Analisis faktor digunakan untuk menentukan urutan faktor yang dipertimbangkan oleh konsumen dalam membeli bakso daging di Kota Malang, sehingga perlu dilakukan penelitian agar penjual bakso dapat mempertahankan eksistensinya.
Metode Penelitian
Penelitian dilakukan dengan metode survei di Kota Malang dengan pertimbangan bahwa Kota Malang dikenal sebagai Kota Bakso.
Kesimpulan
Sebagian besar responden yang melakukan pembelian bakso adalah perempuan, berstatus pelajar, mempunyai umur di bawah 35 tahun, pendapatan individu yang diperoleh antara Rp. 1.000.000,00 sampai Rp. 2.000.000,00 per bulan dan harga bakso Rp. 5.000,00 seporsi dapat dikategorikan terjangkau. Pola mengkonsumi bakso bukan sebagai makanan pokok tetapi sebagai kuliner, hobi, dan makanan camilan. Delapan faktor yang dipertimbangkan responden secara berurutan adalah harga, kelas sosial, kemudahan mencapai lokasi, parkir, tampilan penyajian, kepuasan, pendapatan, dan demografi.
Jurnal Agribisnis dan Pengembangan Wilayah Vol. 1 No. 2, Juli 2010
ANALISIS PERILAKU KONSUMEN DALAM PEMBELIAN PRODUK SAYURAN DI PASAR MODERN KOTA BEKASI
Oleh : Euis Dasipah, Haris Budiyono, Meilan Julaeni
Latar Belakang
Mengingat begitu penting manfaat sayuran bagi konsumen, maka komoditas ini memiliki nilai ekonomi yang besar bagi sektor agribisnis. Sayuran perlu dikonsumsi setiap hari oleh konsumen, untuk memelihara fungsi tubuh secara sehat, sehingga ketersediaan dan penawaran sayuran di pasar merupakan peluang bagi petani, pengelola pasar, dan pedagang sayuran.
Peningkatan jumlah penduduk Indonesia memiliki hubungan yang sejalan dengan peningkatan konsumsi sayuran di Indonesia. Menurut BPS (2005), diperoleh keterangan bahwa frekuensi konsumsi atau makan sayuran di kota-kota besar tidak begitu mengalami penurunan. Hal ini karena adanya daya beli konsumsi masyarakat cukup tinggi terhadap sayuran. Dengan demikian jelaslah bahwa mutu dan kesegaran sayuran sangat menentukan harganya. Padahal seperti produk hortikultura yang lain, sayuran sangat mudah rusak dan membusuk dalam waktu yang relatif singkat sehingga mutunya menurun dan bahkan tidak dapat dikonsumsi sama sekali. Hal ini berarti pasar harus selalu dipasok sayuran segar setiap hari. (Rahardi F., Rony Palungkun, dan Asiani Budiarti, 1999)
Peluang pemasaran sayuran saat ini adalah pasar swalayan, supermarket dan outlet khusus yang merupakan pasar modern yang menjual sayuran segar dimana konsumen kelas menengah ke atas sebagai pasar sasaran yang akan dituju, yang biasa membeli kebutuhan mereka berupa sayuran. Sayuran tersebut dijual dengan harga yang relative mahal dibandingkan dengan yang ada di pasar tradisional. Namun ada sebagian konsumen yang memilih untuk membeli sayuran di pasar modern seiring dengan meningkatnya tingkat pendapatan dan pengetahuan, serta pertukaran dan motif berbelanja lainnya.
Hal menarik lainnya adalah meskipun saat ini produk sayuran semakin tersedia di berbagai tempat berbelanja, namun penjualannya belum terlalu meningkat. Produsen maupun pemasar perlu memahami apa yang sebenarnya diinginkan oleh konsumen dan hal-hal apa saja yang mempengaruhi atau dipertimbangkan selama pembelian sayuran itu dilakukan. Perilaku konsumen yang membeli produk sayuran ini menarik untuk diteliti, tentang bagaimana alasan, jenis produk sayuran yang dibeli, jumlah frekuensi pembelian, dan sebagainya. Untuk keperluan ini maka menjadi penting untuk melakukan penelitian mengenai Analisis Perilaku Konsumen Dalam Membeli Produk Sayuran di Pasar Modern.
Metode dan Analisis Data
Data yang dikumpulkan merupakan data ordinal sehingga untuk menaikkan tingkat pengukuran menjadi interval digunakan Methode of Successive Interval.
Analisis Deskriptif digunakan untuk mendapatkan gambaran tentang (1) karakteristik responden dan (2) jenis komoditi yang paling diinginkan oleh responden dan digunakan untuk analisis bagi variabel yang dinyatakan dengan frekuensi baik angka mutlak maupun persentase.
Analisis Faktor digunakan untuk mentransformasi sejumlah variabel dependen menjadi variabel baru yang saling bebas, sehingga dapat diketahui variabel dan faktor-faktor dominan diantara varabel-variabel yang mempengaruhi konsumen dalam proses keputusan pembelian. Selanjutnya penelitian ini menggunakan metode ekstraksi Principal Component Analysis, yaitu suatu pendekatan dalam analisis faktor yang memperhitungkan total varian dalam data.
Kesimpulan
1. Karakteristik konsumen dalam membeli produk sayuran mayoritas responden (89%) adalah wanita, yang berusia antara 26035 tahun (41%) yang berstatus pernikahan telah menikah (73%), pada umumnya berpendidikan Sarjana dan Diploma (75%), yang berperan sebagai ibu rumah tangga (43%), yang memiliki pendapatan perbulan antara Rp 2.000.000 – Rp 3.000.000 (46%), dengan jumlah anggota keluarga 1-4 orang (67%).
2. Dalam perilaku berbelanja sayuran di pasar modern menunjukkan bahwa jenis sayuran yang diinginkan/diminati konsumen yang masuk dalam lima besar ini adalah bayam hijau, brokoli, wortel, jagung manis, dan sawi putih. Frekuensi berbelanja konsumen dilakukan sesekali bilamana ada keperluan (45%) dengan jumlah pengeluaran setiap kali membeli sayuran antara RP 25.000 – Rp 50.000 (37%) responden.
3. Faktor-faktor dominan yang mempengaruhi atau dipertimbangkan dalam proses pembelian sayuran adalah faktor budaya, faktor sosial, faktor pribadi dan faktor psikologi. Variabel-variabel dominan yang mempengaruhi atau dipertimbangkan konsumen dalam proses pembelian adalah keluarga, kelompok referensi, usia dan tahap siklus hidup, pekerjaan, pembelajaran, peran dan status, kepribadian, motivasi, persepsi, demografi, gaya hidup, kelas social, keadaan ekonomi dan keyakinan.
AKMENIKA UPY, VOLUME 8, 2011
Arif Sudaryana
Perilaku Konsumen dalam Berbelanja pada Supermarket di Yogyakarta
Latar Belakang
Pemasaran merupakan ujung tombak perusahaan dalam mencapai tujuan bisnisnya (Stanton) seperti bertahan hidup, memperoleh keuntungan dan berkembang. Tujuan tersebut akan dapat dicapai manakala perusahaan mampu menciptakan, mengantarkan serta mengkomunikasikan nilai melalui sebuah produk sehingga dapat meraih, mempertahankan pelanggan. Sehingga bidang pemasaran adalah merupakan bidang pengambilan keputusan yang sulit bagi perusahaan. Karena masalah pemasaran tidaklah memperlihatkan ciri-ciri kuantitatif murni dari masalah-masalah produksi, akuntansi atau keuangan. Berbagai variabel psikologis konsumen memainkan peranan penting dan besar dalam perencanaan pemasaran serta membentuk dan berinteraksi dalam fungsi bisnisnya. Pemahaman tentang bagaimana konsumen menanggapi tawaran perusahaan, memilih serta memutuskan produk yang akan dibeli adalah merupakan kunci sukses dalam pencapaian tujuan perusahaan. Untuk memahami konsumen dimulai dengan memahami kebutuhan dan keinginan yang menjadi motivas karena motivasi merupakan salah satu faktor psikologis kiranya perlu memperoleh perhatian sebab motivasi yang ada akan mendorong kebutuhan dengan diekspresikan dalam perilaku pembelian dan konsumsi suatu produk (Engel, Blackwell, Miniard, 1993.). Pemahaman motivasi konsumen dapat diperkirakan perilaku yang akan diekspresikan oleh konsumen sehingga pemasar dapat merancang rangsangan yang lebih tepat sehingga dalam melayani konsumen akan lebih baik dibanding pesaingnya. Oleh karena itu memahami perilaku konsumen terutama variabel kebutuhan dan keinginan konsumen sebagai motivasi adalah syarat mutlak bagi keberhasilan perusahaan.
Pada kondisi sekarang ini dengan adanya tuntutan waktu yang semakin sempit serta bergesernya budaya maka waktu yang tersedia untuk mencari alat pemenuhan kebutuhan sehari-hari juga berubah. Didalam memilih tempat berbelanja biasanya pembeli menghendaki tempat yang tidak jauh dari tempat tinggal, cukup strategis untuk dilalui dan mudah dicapai apabila ada kebutuhan yang sangat mendesak serta tempat parkir yang luas dan aman. Supermarket yang cerdik akan memilih lokasi dimana penghasilan penduduk yang stabil, terjamin dan tinggi. Jadi jumlah penduduk di sekitar lokasi akan menentukan jumlah calon langganan supermarket itu. Maka secara singkat dapat dikatakan bahwa lokasi supermarket memainkan peranan penting bagi suksesnya supermarket tersebut, sebab ia menentukan besarnya penjualan dan laba. Lokasi yang baik seringkali dapat menutup kelemahan pengelolaan, tetapi lokasi yang jelek dapat menjadikan kegagalan walaupun dikelola pengusaha yang paling trampil sekalipun (Basu Swastha Dh . 1987). Selain lokasi, pemilihan tempat untuk belanja bagi konsumen juga sering menginginkan aspek yang lain seperti kesenangan sebagai pleseiur. Motivasi konsumen akan dapat diketahui dari preferensi konsumen dalam memilih produk, karena preferensi konsumen atas atribut suatu produk merupakan manifestasi dari motivasi konsumen atas produk tersebut (Engel, Blackwell, Miniard, 1993). Motivasi yang ada akan mendorong proses dalam menentukan pilihan diantaranya berbagai alternatif dari kegiatan suka rela (Vroom dalam Gibson, Ivancevich dan Donelly, 1982).
Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode surve dilakukan dengan pengambilan data melalui penyebaran daftar pertanyaan yang ditujukan ke obyeknya.
Kesimpulan
- Berdasarkan analisis terhadap pengaruh berbagai atribut secara individual, masing-masing diketahui bahwa atribut kemudahan dalam berbelanja, keanekaragaman produk serta atribut harga mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap perilaku konsumen dalam berbelanja. Diantara variabel tersebut, atribut kemudahan adalah variabel yang paling besar pengaruhnya. Namun jika dilihat kelima variable tersebut secara simultan maka semua variabel tersebut mempunyai pengaruh yang signifikan sehingga layak sebagai variabel prediktor.
- Hubungan karakteristik konsumen dengan manfaat yang dicari, ternyata ada hubungan yang dignifikan antara jenis pekerjaan dan perbedaan tingkat pendapatan dengan kecenderungan memilih atribut yang ada pada supermarket sehingga perbedaan karakteristik akan memberikan perbedaan tanggapan atas setiap atribut yang ditawarkan oleh supermarket.
Sumber :
http://ekonomi.upy.ac.id/files/PERILAKU%20%20KONSUMEN%20DALAM%20BERBELANJA%20PADA%20SUPERMARKET%20DI%20YOGYAKARTA%20(ARIF%20SUDARYANA).pdf
http://download.portalgaruda.org/article.php?article=19677&val=1236
file:///C:/Users/User/Downloads/600-485-1-PB%20(2).pdf
Langganan:
Postingan (Atom)