Selasa, 23 Juni 2015

Mimpi Menjadi Seorang Pemimpin Komando TNI Angkatan Darat

Menjadi pemimpin dalam satu unit organisasi maaupun perusahaan bukanlah suatu hal yang mudah. Pemimpin merupakan cerminan dan indikator kenberhasilan suatu unit organisasi. Seorang pemimpin adalah motivator bagis suatu sistem organisasi, sehingga organisasi tersebut berjalan dengan kapasitas maksimalnya dan menghaasilkan suatu kinerja yang maksimal pula tentunya. Selain kharisma seorang pemimpin yang selalu membawa aura positif dilingkngannya, juga seorang pemimpin harus memiliki sikap :

1. Berwibawa dan Tegas.
Bersikap wibawa merupakan cerminan akan kharakter dan pribadi seorang pimpinan yang lugas dan tegas. Tegas dalam artian dengan aturan dan norma kerja yang ada.

2. Fokus. Menjadi seorang pemimpin tentunya harus bersikap fokus akan tanggung jawab terhadap pekerjaan, berkontribusi dalam memberikan arah tujuan yang baik, dan lebih mementingkan prioritas utama dengan prioritas pribadi.

 3. Visi dan Misi. Seorang Pemimpin yang baik harus memiliki visi dan misi yang baik, karena pimpinan yang baik harus menyampaikan tujuan visi dan misinya, agar bawahannya memiliki motivasi untuk mencapai target yang sama, sehingga pimpinan bisa memberikan bimbingan untuk mengerakkaan timnya menuju tujuan yang telah ditentukan.

4. Rendah Hati. Seorang pimpinan mampu mendengarkan bawahannya. Agar pimpinan tidak memutuskan segala hal secara sepihak yang memungkinkan para anggota sebenarnya tidak sepaham dengan keputusan pimpinan. Dan yang terakhir berikan pengakuan atas kontribusi yang telah diberikan oleh anggota tim Anda. Tunjukan bahwa Anda menghargai kerja keras mereka.

Ketika saya kecil saya memiliki cita-cita menjadi seorang pemimpin Tentara Nasional Indonesia. Saya memiliki cita-cita seperti itu karena saya melihat pengabdian seorang TNI kepada tanah air sangatlah besar, mereka rela dan berani mengorbankan nyawa mereka demi tanah air. Mereka juga terlihat gagah dan pemberani. Maka dari saat itu saya termotivasi menjadi seorang Tentara Nasional Indonesia.

Visi:
Solid, Profesional, Tangguh, Modern, Berwawasan Kebangsaan dan Dicintai Rakyat

Misi:
  • Mewujudkan kekuatan,kemampuan dan gelar kekuatan jajaran TNI Angkatan Darat yang profesional dan modern dalam penyelenggaraan pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia di darat.
  • Meningkatkan dan memperkokoh jati diri prajurit TNI Angkatan Darat yang tangguh, yang memiliki keunggulan moral, rela berkorban dan pantang menyerah dalam menjaga kedaulatan negara dan mempertahankan integritas keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit.
  • Mewujudkan kualitas prajurit TNI Angkatan Darat yang memiliki penguasaan ilmu dan keterampilan prajurit melalui pembinaan doktrin, pendidikan dan latihan yang sistematis dan meningkatkan kesejahteraannya.

Selasa, 09 Juni 2015

Kritik dan Saran Mengenai Kinerja POLRI

Kepolisian Republik Indonesia akan berulang tahun ke-66 pada 1 Juli 2012. Indonesia Police Watch (IPW) memberi tiga kado kritik, catatan hitam Polri atas pelayanan kepada masyarakat. “Kinerja Polri masih banyak dikeluhkan, reformasi Polri harus konsisten, organisasi Polri sangat tambun,” kata Ketua Presidium IPW, Neta S. Pane, dalam siaran pers yang diterima Tempo, Jumat, 29 Juni 2012.

Neta mengatakan, kinerja Polri yang masih dikeluhkan publik ialah masih kentalnya penyiksaan dan intimidasi ketika menangani masalah. Sepanjang 2011 ada  97 orang tak bersalah ditembak polisi, 19 tewas dan 78 lainnya luka. Mereka menjadi korban kesewenang-wenangan polisi dalam menggunakan senjata api. Di 2012, selama semester pertama, ada 18 kasus penzaliman dilakukan polisi yang melibatkan 34 anggota. Delapan di antaranya kasus salah tembak dan 10 lainnya penyiksaan.

“Fungsi kontrol internal tidak berjalan, begitu juga eksternal,” tutur Neta. Aparat polisi yang melakukan kesewenangan tidak dihukum maksimal. Neta mencontohkan, tes urin yang dilakukan Kepolisian Daerah Sumatra Utara pada pertenghan Juni mengindikasikan 114 polisi terbukti memakai narkoba, tetapi mereka tidak dihukum, hanya dikarantina. Padahal, jika masyarakat yang melakukan pasti diproses dengan tegas.

IPW berharap, elite polisi terus mendorong reformasi secara konsisten dengan penekanan sistem kontrol diperkuat dan dipertegas. "Polisi yang brengsek harus dipecat dari Polri" Neta memberi saran. Di sisi lain, pemerintah, DPR, dan masyarakat harus membangun lembaga pengawas eksternal agar Polri tidak kebablasan menjalankan reformasinya.

Kritik terakhir Neta, Polri harus menyadari bahwa organisasinya sudah sangat tambun dengan jumlah jenderal mencapai 261 orang. Neta menyaranan, Polri tidak terjebak dengan eforia pemekaran daerah, seperti membuka polda, polres dan polsek baru. “Wacana penggabungan beberapa polda dan pembentukan kembali polwil harus menjadi perhatian serius,” ujar Neta.

Selain mengkritik Polri, IPW berharap Komisi Pemberantasan Korupsi berani membawa polisi-polisi korup ke pengadilan. Selain itu, pemerintah mesti memperhatikan fasilitas, dana operasional, dan kesejahteraan polisi. Ia berharap gaji polisi lebih tinggi daripadai PNS biasa. “Kerja polisi hampir 24 jam penuh. Seringkali mereka berhadapan dengan maut.


Sumber: http://nasional.tempo.co/read/news/2012/06/29/078413737/Kado-Kritik-Ulang-Tahun-Polri